Social Icons

twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail

Senin, 01 Desember 2014

Atap Ringan dan Pelapis Anti Panas UVCOOL Paint Solusi Bangunan Sekolah di Indonesia

Akhir-akhir ini berita mengenai atap sekolah yang ambruk dan melukai siswa kerap terjadi di Indonesia, terutama di sekolah-sekolah di pulau Jawa yang menggunakan Atap Genteng dari tanah liat (genteng keramik).
Bangunan atap sekolah yang ambruk ada berbagai faktor, umumnya usia bangunan yang tua dengan minim perawatan, beratnya atap genteng keramik dan beton yang sangat berat menjadi salah satu menyebab runtuhnya atap sekolah tersebut.

 Berbagai contoh sekolah yang ambruk, dibawah ini:




Kelebihan dan Kekurangan Aneka Ragam Material Penutup Atap
Saat ini umumnya terdapat beberapa material yang lazim digunakan orang sebagai bahan penutup atap rumah / bangunan mereka antara lain : Penutup atap yang berbahan dasar aspal, fiber glass, dan batu granular, Penutup atap fiber semen, genteng metal, genteng beton, genteng keramik. Masing-masing material tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing, sebagai berikut :
Penutup atap berbahan dasar aspal, fiber glass, dan batu granular
  • Berat 10 kg/m2
  • Tahan terhadap kebocoran karena overlap 19 cm,
  • Tidak berkarat
  • Fleksible
  • Kedap suara
  • Cepat pemasangannya
  • Warna tidak mudah pudar
  • Menggunakan multipleks 9 mm
  • Sudut kemiringan min 15 º
Penutup Atap Fiber Semen
  • Berat 18.8 kg/m2
  • Tahan terhadap kebocoran karena overlap 20 cm
  • Tidak berkarat
  • Tidak fleksible
  • Kedap suara
  • Cepat pemasangannya
  • Warna lama-lama pudar
  • Menggunakan multipleks 12 mm
  • Sudut kemiringan min 15 º

Genteng Metal

  • Berat 8 kg/m2
  • Tahan terhadap kebocoran karena interlock sempurna
  • Dapat berkarat
  • Tidak fleksible
  • Tidak kedap suara
  • Sulit pemasangannya pada saat perlu memotong
  • Warna bisa pudar tergantung bahannya
  • Tidak Menggunakan multipleks
  • Sudut kemiringan min 15 º

Genteng Beton

  • Berat 60 kg/m2
  • Kurang tahan terhadap kebocoran karena interlock tidak sempurna dan keretakan pada body
  • Tidak dapat berkarat
  • Tidak fleksible
  • Kedap suara pemasangannya lama warna cepat pudar (paint)
  • Tidak Menggunakan multipleks
  • Sudut kemiringan min 30 º

Genteng Keramik

  • Berat 45 kg/m2
  • Kurang tahan terhadap kebocoran karena interlock kecil 1 cm
  • Tidak dapat berkarat
  • Tidak fleksible
  • Kedap suara
  • Pemasangannya lama
  • Warna tahan lama
  • Tidak Menggunakan multipleks
  • Sudut kemiringan min 30 º
 Memperhatikan atap gedung-gedung sekolah yang ambruk terbanyak adalah Genteng Keramik (Terrakota) yang beratnya 45 kg/m2, sebaiknya untuk kedepan, pemerintah mempertimbangan menggunakan atap tutupan sekolah menggunakan ATAP yang lebih ringan, dengan berbagai keuntungan:
  1. Indonesia merupakan daerah Ring of Fire, daerah rawan bencana gempa tektonik.
  2. Menggunakan Kontruksi Baja Ringan dan Atap Seng (Galvalume) lebih hemat.
  3. Untuk menjadikan ruang kelas menjadi sejuk maka atap seng di lapisi CAT PENOLAK PANAS MATAHARI UVCOOL PAINT yang mempu memantulkan 100% cahaya matahari penyebab panas ketika kemarau dan meredam bunyi denting atap sampai 60% ketika musim penghujan. 
  4. Atap Seng yang dilapisi Cat UVCOOL tahan hujan asam, sehingga tidak bisa berkarat dan sekaligus Anti Bocor.
  5.  Kenyamanan dan keselamatan siswa belajar menjadi prioritas utama.









Selasa, 11 November 2014

Cara Mengatasi Tembok yang Mengelupas dan Rusak

Cat tembok didalam rumah maupun di luar rumah sering mengalami kerusakan yang sangat parah, mulai retak, mengelupas, bahwa plester semen yang rusak, sebagai contoh:



2 contoh kerusakan plester semen yang korosi dan cat yang rusak akibat ionisasi Ultra Violet dan kombinasi keduannya. Kerusakan cat eksterior ini membuat sebel pemilik gedung, apalagi kerusakan sulit dijangkau karena terlalu tinggi.

Untuk mengatasi bangunan lama yang terlanjur rusak, UVCOOL mempunyai solusi yang sangat efektif dan mudah diaplikasi: yaitu dengan menggunakan cairan waterproof yang sangat mobile/sangat cair mampu menerobos pori-pori tembok, beton, conblok dan akan mengunci semua partikel tersebut sehingga tidak mudah lepas dan sekaligus melapisi dari air yang masuk (waterproof).



UVCOOL Waterproof Water Base Penetration merupakan Primer Coating yang sangat mobil (viscositas rendah sangat cair) yang mampu menerobos pori-pori dinding, beton, conblock dan selanjutnya kering mengunci dan melapisi pori-pori dalam bahan tersebut.

Aplikasi pada dinding yang sudah dilapisi cat: 

  1. Bersihkan permukaan dinding (tembok) dari bekas cat sebisa mungkin dengan menggunakan kapi.
  2. Seluruh permukaan dinding di roll dengan bahan UVCOOL WATER BASE PENETRATION sebanyak 2 lapis (bertindak sebagai Pimer Coat)
  3. Biarkan lapisan kering (1 hari) 
  4. Lapisi seluruh permukaan dinding dengan bahan UVCOOL WATER BASE COATING dengan cara di rol sebanyak 2 kali.

Aplikasi pada dinding yang baru (belum dilapisi cat): 

  1. Bersihkan permukaan dinding (tembok) dari sisa semen dengan menggunakan kapi.
  2. Lapisi seluruh permukaan dinding dengan bahan UVCOOL WATER BASE COATING dengan cara di rol sebanyak 2 kali.

Aplikasi pada Kolam Renang dan kamar mandi

  1. Pastikan umur cor sudah lebih dari 28 hari.
  2. Area yang perlu di waterproof adalah lantai dan dinding setinggi 1 meter dari lantai.
  3. Pada area yang akan di waterproof, bersihkan area tersebut dari sisa semen dan kotoran dengan menggunakan kapi dan sikat baja.
  4. Pada area yang akan di waterproof, lapisi dengan bahan UVCOOL WATERPROOF WATER BASE PENETRATION dengan menggunakan roll sampai berbuih.
  5. Lapisi kembali area tersebut dengan bahan UVCOOL WATERPROOF WATER BASE PENETRATION setebal 1 lapis.
  6. Biarkan lapisan UVCOOL WATERPROOF WATER BASE PENETRATION kering sempurna selama 1 hari.
  7. Pemasangan Keramik
  8. Pemasangan Nat Pada Keramik

Aplikasi diatas berlaku untuk Kolam Renang dan Tandon


Jumat, 31 Oktober 2014

UVCOOL MARINE PAINT Cat Kapal Berkualitas

UVCOOL MARINE BASE merupakan cat polymer larut minyak (solvent base) sistim thermoplastik hasil riset UVCOOL yang dirancang sebagai cat amorf yang tahan terhadap pengkorosi kuat di laut ion CO dan ion SO4. Kegunaan cat ini untuk melapisi besi dan baja di atas lautan dan disekitar pelabuhan, serta kapal, karena ion pengkorosi CO dan SO4 sangat aktif.


Keunggulan UVCOOL MARINE PAINT:
1. Bisa diaplikasikan pada Dak Kapal, Kontruksi Besi/baja di pelabuhan dan Dermaga
2. Tahan Pengkorosi Kuat Ion CO dan ion SO4 di laut
3. Tahan Asam dan Basa kuat (PH 0-14)
4. Bertindak juga sebagai anti karat dan anti bocor
5. Tanpa menggunakan cat dasar/primer
6. Tahan lama

Cara Aplikasi UVCOOL MARINE PAINT:
1. Bersihkan media dari minyak
2. Jika ada bekas cat lama, sebisa mungkin dibersihkan menggunakan kapi atau sikat kawat
3. Hasil paling baik jika sebelumnya di sand blasting
4. Aplikasi 3 kali pengecatan




Minggu, 28 September 2014

Amankan Gudang Penyimpanan Bahan Kimia dengan Cat Pelapis UVCOOL Paint

PENDAHULUAN
Banyak kecelakaan laboratorium berupa kebakaran, peledakan atau kebocoran bahan kimia beracun dan korosif yang dimuali dari tempat penyimpanan bahan. Ini dapat terjadi sebagai akibat penyimpanan bahan yang kurang aman, baik ditinjau dari ruang penyimpanan maupun sistem penataan bahan. Letak gudang yang selalu terpencil, menyebabkan jarang diadakan inspeksi sehingga adanya kondisi berbahaya dalam gudang terlambat untuk dapat diketahui.
Bahan-bahan yang disimpan dalam gudang, bukan berarti “tidur nyenyak”, tetapi bahan-bahan tersebut akan tetap reaktif terhadap lingkungan. Interaksi dapat terjadi antara bahan dengan panas atau sumber penyalaan, uap air dan oksigen dalam udara, wadah dan bahan lain. Melupakan sifat-sifat di atas akan dapat menimbulkan kebakaran, peledakan dan keracunan atau kombinasi diantara ketiganya.
Penyimpanan bahan kimia dalam jenis dan jumlah yang banyak memerlukan pengetahuan akan syarat-syarat penyimpanan. Kecelakaan dalam gudang kimia dapat menimbulkan cedera bahkan kematian, selain kehilangan bahan kimia yang mahal. Prinsip dasar penyimpanan di bawah ini apabila diterapkan, dapat mengurangi resiko penyimpanan bahan.

KONDISI RUANG PENYIMPANAN
  1. 1. Letak Gudang
Letak gudang sebaiknya terpisah dari bangunan-bangunan penting lain, agar apabila terjadi kecelakaan dapat dilokalisasi. Bahkan untuk bahan-bahan yang teramat rawan seperti amat mudah terbakar atau mudah meledak harus pula disendirikan. Kebakaran pelarut organik dalam gudang dapat menyebabkan proses pemanasan bahan lain yang kemudian menjadi reaktif atau eksplosif. Atau pemanasan bahan dapat menghasilkan bahan-bahan lain yang mungkin toksis atau beracun. Atau juga air yang dipakai untuk pemadaman api dapat bereaksi dengan bahan kimia tertentu yang eksotermik dan menimbulkan kebakaran lain.

  1. 2. Ventilasi
Adanya ventilasi dalam gudang amat diperlukan agar apabila terjadi kebocoran bahan mudah terbakar atau beracun dan korosif dapat terencerkan sampai di bawah ambang bahaya kebakaran atau keracunan fatal. Tanpa ventilasi, adanya bahan organik akan berakumulasi sampai di atas batas konsentrasi bawah mudah terbakar (low flammable limit), sehingga berbahaya apabila ada sumber penyalaan seperti loncatan listrik, bara api dan bolam lampu yang panas. Adanya uap beracun atau korosif tanpa ventilasi akan berakibat fatal bagi yang masuk atau bekerja dalam gudang.

  1. 3. Bebas dari sumber penyalaan
Sumber-sumber penyalaan seperti nyala api, bara rokok, loncatan api listrik atau loncatan listrik statis harus dijauhkan dari gudang. Pasanglah poster “DILARANG MEROKOK” atau “AWAS KEBAKARAN” untuk mencegah seorang merokok atau menghasilkan nyala api. Peralatan-peralatan listrik dalam gudang, perlu di “grounding”kan agar tidak terjadi loncatan listrik.
 
  1. 4. Ruang dingin
Ruangan yang dingin akan mencegah reaksi penguraian atau memperlambat reaksi. Ini dapat dipahami karena reaksi-reaksi kimia dapat mulai terjadi apabila energi bahan dapat mencapai energi aktivasi. Suhu tinggi dalam gudang akan dapat menghantarkan bahan mencapai energi aktivasi. Kewaspadaan juga mesti diberikan apabila cuaca panas akibat musin kering yang berkepanjangan dan hal ini akan menambah rawan kondisi setiapgudang kimia. Selain itu, kenaikan suhu juga akan meningkatkan kecepatan reaksi secara eksponensial. Sebagai gambaran sederhana, kenaikan suhu 10OC akan mempercepat reaksi menjadi 2x; 20OC = 4x; 30OC = 8x dan kenaikan suhu 100OC akan menyebahkan kecepatan reaksi meningkat menjadi 210 atau 1024x.

  1. 5. Kering
Banyak bahan kimia yang dapat terhidrolisa oleh air atau uap air dalam udara. Reaksi hidrolisa yang eksotermis akan meningkatkan suhu yang berakibat seperti di atas. Penggunaan AC sekaligus dapat mendinginkan dan mengeringkan udara dalam gudang. Kelembaban lebih rendah dapat dicapai dengan memakai alat “dehumidifier”.
Dengan memahami syarat gudang di atas, dapatlah dipriorotaskan pemenuhan persyaratan bergantung pada fasilitas yang duipunyai dan nilai bahan yang disimpan.

BAHAN-BAHAN KIMIA INKOMPATIBEL
Dalam menata atau menyusun bahan-bahan kimia dalam gudang, perlu diperhatikan bahan-bahan yang dapat bereaksi atau yang disebut inkompatibel yang terpentingadalah seperti berikut :
  1. Bahan-bahan pada tabel 1. Dibawah ini, apabila berinteraksi dapat bereaksi hebat yang menimbulkan kebakaran atau peledakan.

Tabel 1. Bahan-bahan inkompatibel yang bereaksi hebat

  1. Bahan-bahan di bawah ini apabila tercampur akan menghasilkan gas beracun. Lihat Tabel 2.

Tabel 2. Bahan-bahan inkompatibel yang apabila bereaksi menimbulkan gas beracun

SEGREGASI

Adanya kelompok bahan inkompatibel di atas, menunjukkan pada kita bahwa penataan bahan kimia menurut abjad yang sering kita lakukan, mengundang risiko bahaya. Bahan-bahan harus kita kelompokkan dulu sebelum tiap-tiap kelompok disusun menurut abjad. Sayang sekali tak ada sistem pemisahan atau segregasi yang sempurna, karena banyak bahan kimia yang bersifat ganda. Suatu contoh pemisahan secara sederhana, seperti pada Tabel 3.

Tabel 3. Segregasi sederhana dalam penyimpanan bahan kimia


PENYIMPANAN BAHAN KHUSUS

Bahan kimia keperluan laboratorium banyak yang memerlukan penyimpanan khusus, diantaranya adalah :
  1. 1. Zat higroskopis atau mudah meleleh
Bahan-bahan di bawah ini mempunyai titik leleh rendah, mudah mencair, atau higroskopik dan harus disimpan pada suhu rendah, kering dan tertutup rapat.
Asetaldehida, amonium asetat/karbonat/ferisulfat.nitrat/tiosulfat, kalsium klorida/oksida, kadmium klorida/nitrat, kromtrioksida, asam sitrat, kobalt asetat/klorida, diatil eter, feri klorida/nitrat/oksalat, HCl (36%), Hg-nitrat, nikel klorida/nitrat, fenol, kalium hidroksida/tiosianat/nitrit, natrium hidroksida, seng klorida/nitrat.
 
  1. 2. Bahan mudah membeku
Zat-zat di bawah ini harus disimpan di atas suhu bekunya agar tidak membeku (freezing).

Asam asetat, glasial                   17OC
Anilin                                        -5OC
Benzena                                    5OC
Asam perklorat                          -17OC(70%)
Asam oleat                                4OC
Asam sulfat                               5OC
Asam formiat 90%                     9OC
Asam ortoposfat                        10OC(85%)
LAIN-LAIN

Selain beberapa pokok di atas, ada beberapa hal lain yang perlu diperhatikan dalam masalah penyimpanan bahan kimia, diantaranya :
  1. Pesanlah bahan kimia sesedikit mungkin sesuai dengan kebutuhan, untuk mengurangi risiko bahaya dalam penyimpanan.
  2. Wadah bahan kimia selalu tertutup dan berlabel. Apabila label hilang, periksa dengan teliti sebelum dipakai atau kalau tidak dapat diidentifikasi, musnahkan saja.
  3. Hati-hati terhadap beberapa pelarut organik seperti etil eter, petroleum eter yang telah tersimpan lama, karena dapat mengandung senyawa peroksida yang tidak stabil atau eksplosif. Test lebih dahulu dan ambil peroksida dengan cara mereduksi sebelum diproses atau dipanaskan (Detail cara penanganan lihat WKA, No. 3/II/1987).
  4. Periksalah gudang secara rutin untuk melihat adanya kebocoran atau kerusakan wadah.
  5. Bahan-bahan kimia yang telah lama atau tidak terpakai dapat dibuanag atau dimurnikan lagi untuk dipakai kembali. Cara pemusnahan bahan-bahan kimia sisa pakai, lihat WKA No. 8/V/1990.
  6. Wadah atau botol kosong mungkin masih mangandung bahaya dari bahan-bahan sisa. Oleh karena itu cuci botol-botol bekas sebelum disimpan atau dijual.
  7. Sediakan alat-alat keadaan darurat seperti alat pemadam kebakaran dan alat pelindung diri dalam gudang.
  8. Waspada terhadap perubahan cuaca yaitu suhu udara tinggi dan hujan lebat. Suhu tinggi dapat menyebabkan reaksi penguraian, sedang hujan dapat menyebabkan gudang basah akibat kebocoran atau kelembaban udara yang tinggi. (Soemanto Imamkhasani, Puslitbang Kimia Terapan LIPI).

DAFTAR PUSTAKA
  1. Everett, K and Hughes, D., “A Guide to Lboratory Design”, Butterworths, London (1981).
  2. Hawkins, M.D., “Safety and Laboratory Practice”, 3rd ED., Cassel, London (1988).
  3. Young, A.Y., “Improving Safety in the Chemical Laboratory, A Practical Guide”, John Willey and Sons, N.Y. (1987).
  4. ImamKhasani, S., “Keselamatan Kerja dalam Laboratorium Kimia”, Gramedia, Jakarta (1990).
  5. Nedved, M., dan Imamkhasani, S., “Dasar-dasar Keselamatan Kerja Bidang Kimia dan Pengendalian Bahaya Besar”, ILO, Jakarta (1991).

Sumber :http://www.rcchem.co.id/rcchem/article/149

Bagaimana Cara UVCOOL Paint Mengatasi Suhu Panas Ruang Gudang Penyimpanan Bahan-bahan Kimia yang sangat sensitif terhadap suhu:
  1. ATAP GUDANG : apapun bahan atap sebainya di lapisi dengan UVCOOL Paint (UVCOOL ZINC COAT dan UVCOOL TOP COAT), disamping bisa menolak panas matahari, juga mampu melindungi dari kebororan atap.
  2. DINDING LUAR: Untuk hasil penolakan maksimal menggunakan UVCOOL ZINC COAT dan UVCOOL TOP COAT yang Glossy agar pemantulan optimal dan dinding tidak gampang kotor. Jika Dinding luar menghendaki yang tekstur MATT (DOFF) maka menggunakan UVCOOL SUPER SHIELD namun daya pantul cahaya matahari berkurang 8%-10%.
UVCOOL Paint akan terus membantu kelangsungan Usaha Anda dengan Proteksi Terhadap panas Matahari secara maksimal, segera hubungiCustomer service UVCOOL Paint dengan Bantuan Estimasi secara gratis, klik disini
 





Submenu Section

Feature

 
 
Blogger Templates