Social Icons

twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail

Selasa, 29 Juli 2014

UVCOOL Paint untuk Mendinginkan Atap dan Tembok Sarang Walet


(Sebenarnya sudah banyak pemilik RBW di Kalimantan dan Sulawesi yang membuktikan keunggulan Cat Penolak Panas Matahari UVCOOL PAINT, cuma yang punya dokumentasi hanya dari Pare-Pare Sulawesi Selatan ini, Terima Kasih pak Rahman telah membagi fotonya, dan beliau sekarang membangun RBW lagi, semoga SUKSES.....)


Persyaratan Membangun Gedung Walet
Setelah mendapat lokasi yang tepat, langkah selanjutnya adalah membangun gedung walet. Tentunya bangunan harus disesuaikan dengan kebutuhan walet agar walet mau hinggap, betah, dan berkembang biak di dalamnya.

Sebagaimana yang telah dijelaskan pada artikel sebelumnya, faktor lokasi memegang perananan penting dalam mendirikan gedung walet. Jika lokasi bangunan yang di dirikan merupakan sentra walet, peluang untuk memikat walet akan semakin besar.
Beberapa elemen penting yang mendukung terciptanya habitat walet yang baik sebagai berikut:

1. Suhu
Menurut para konsultan walet, suhu paling ideal di dalam gedung walet berkisar 26 – 29 C. Suhu tersebut dapat tercipta apabila ketebalan dinding, atap, lebar ruangan, dan jumlah ventilasi yang ada tertata dengan baik. Penggunaan termometer sangat diperlukan, sehingga suhu udara dapat dipantau setiap saat.
 
2. Kelembaban
Kelembaban gedung walet juga harus memiliki kelembaban yang sesuai layaknya gua. Idealnya, kelembaban gedung walet berkisar 75-90%. Untuk mengukur kelembaban ruangan dapat digunakan hygrometer.  Semakin panas suhu ruang suatu bangunan, maka kelembabannya semakin kecil.
 
3. Pencahayaan
Walet adalah burung yang agak sensitif. Walet relatif memilih sarang yang relatif tersembunyi dan sebisa mungkin menghindari segala bentuk aktivitas manusia. Karena itu, gedung walet yang dibangun harus mampu meniru kondisi tersebut. 








Untuk mencapai suhu ruang 26-29 derajat celcius dan kelembaban 75% apalagi 90%, maka upaya penyiraman air dengan metode sprayer dilakukan. Namun untuk mencapai suhu ruang 26-29 derajat akan sangat mudah jika:
  1. Atap yang terbuat dari genteng, seng, dak beton di cat dengan menggunakan UVCOOL ZINC COAT dan UVCOOL TOP COAT dengan tekstur lebih kilap akan tidak mudah kotor.
  2. Tembok dicat menggunakan UVCOOL SUPER SHIELD dengan tekstur masif dan lebih doff dengan warna super white yang mampu memantulkan 90% cahaya matahari penyebab panas, sehingga suhu ruang 26-29 derajat celcius dengan mudah dicapai dan kelembaban udara terjaga karena suhu ruang lebih dingin.
  3. Sedangkan untuk mencapai kelembaban lebih maka memberikan sistem kolam di dalam ruang walet merupakan upaya tambahan.
  4. Untuk Hasil pemantulan 100% Cahaya Matahari di beri UVCOOL TOP COAT tekstur Lebih Kilap.
Untuk Atap Genteng, Seng, Dak Beton dan Tembok Luar Gedung Walet sangat baik menggunakan:









Selasa, 22 Juli 2014

2013 Tercatat sebagai Tahun Terpanas bagi Bumi

Menurut Sumber Kompas : American Meteorogical Society melaporkan bahwa gas rumah kaca, permukaan laut, dan suhu global yang menjadi parameter terus meningkat. Hal ini menunjukkan, perubahan iklim benar-benar terjadi.

Dalam States of Climates 2013, laporan yang dipublikasikan oleh American Meteorological Society, dinyatakan bahwa pada tahun 2013, level gas rumah kaca dan suhu global telah mencetak rekor baru.

Suhu global terus meningkat. Tahun 2013 merupakan tahun terpanas kedua dan keenam terpanas sejak pencatatan suhu dimulai pada tahun 1880. Peringkat tersebut berbeda tergantung metode perhitungan yang digunakan oleh berbagai kelompok ilmuwan.

Di Australia, tahun 2013 tercatata sebagai tahun terpanas sepanjang sejarah. Sementara, seperti diberitakan Daily Mail, Minggu (20/7/2014), 2013 merupakan tahun terpanas kedua dan ketiga bagi Argentina dan Selandia Baru.

"Laporan ini memperkuat apa yang para ilmuwan telah amati sejak beberapa dekade ini, bahwa planet kita (bumi, red) menjadi lebih hangat,“ kata Kathryn Sullivan dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA).

"Laporan ini memberikan informasi dasar yang kita butuhkan untuk mengembangkan alat dan layanan bagi komunitas, bisnis dan negara untuk mempersiapkan dan membangun ketahanan terhadap dampak perubahan iklim," imbuhnya.

Sebagai dampak dari peningkatan suhu global, es pun terus mencair sehingga populasi beruang kutub pun terancam. Suhu di wilayah kutub sendiri naik lebih cepat daripada di wilayah lain. Di Fairbanks, Alaska, suhu pernah mencapai 27 derajat Celsius selama 36 hari berturut-turut.

Laporan itu juga mengungkap bahwa emisi dari pembakaran bahan bakar fosil mencapai titik tertinggi pada tahun 2013. Hal ini terlihat dari emisi karbon dioksida di Mauna Loa Observatory di Hawaii yang untuk pertama kalinya mencapai 400 ppm.

States of Climates disusun oleh 425 ilmuwan dari 57 negara diseluruh dunia. Data dalam laporan dikumpulkan dari sejumlah stasiun pemantau lingkungan dan instrumen di udara, darat, laut dan es.

Sumber:  http://sains.kompas.com/read/2014/07/22/11053081/Level.CO2.Tembus.Rekor.2013.Tercatat.sebagai.Tahun.Terpanas

Analisis UVCOOL:
Atmosfer bumi terdiri atas gas-gas sebagai berikut:


Gas atmosfer yang penting dalam proses cuaca adalah uap air (H2O) karena dapat berubah fasa menjadi fasa cair dan padat, karbondioksida (CO2) karena bertindak sebagai gas rumah kaca dan ozon (O3) karena dapat menyerap radiasi ultraviolet matahari berenergi tinggi yang sangat berbahaya bagi tubuh manusia.
Oksigen (O2) sangat penting bagi kehidupan, yaitu untuk mengubah zat makanan menjadi energi hidup. Oksigen dapat bergabung dengan unsur kimia lain yang dibutuhkan untuk pembakaran.
Karbondioksida (CO2) dihasilkan dari pembakaran bahan bakar, pernafasan manusia dan hewan, kemudian dibutuhkan oleh tanaman. Karbon dioksida menyebabkan efek rumah kaca (greenhouse) transparan terhadap radiasi gelombang pendek dan menyerap radiasi gelombang panjang. Kenaikan konsentrasi CO2 di dalam atmosfer akan menyebabkan kenaikan suhu permukaan bumi dan menimbulkan pemanasan global. Sejak revolusi industri, konsentrasi CO2 terus naik yang antara lain disebabkan kenaikan pemakaian bahan bakar karbon dan hidrokarbon.
Nitrogen (N2) terdapat di udara dalam jumlah yang paling banyak yaitu, meliputi 78 bagian. Nitrogen tidak langsung bergabung dengan unsur lain, tetapi pada hakikatnya unsur ini penting karena bagian dari senyawa organik.
Neon (Ne), argon (Ar), xenon (Xe) dan krypton (Kr) disebut gas mulia, karena tidak mudah bergabung dengan unsur lain. Meskipun gas ini kurang penting di atmosfer, namun neon biasanya dipakai dalam iklan dan argon dipakai untuk bola lampu cahaya listrik.
Helium (He) dan hidrogen (H2) sangat jarang di udara kecuali pada paras yang tinggi. Gas ini adalah yang paling ringan dan sering dipakai untuk mengisi balon meteorologi.
Ozon (O3) adalah gas yang paling aktif dan merupakan bentuk lain dari oksigen. Gas ini terdapat terutama pada ketinggian antara 20 dan 30 km di atas permukaan laut (dpl). Ozon dapat menyerap radiasi ultra violet yang mempunyai energi besar dan berbahaya bagi tubuh manusia.
Uap air (H2O) sangat penting dalam proses cuaca atau iklim karena dapat berubah fasa (wujud) menjadi fase cair atau padat melalui kondensasi dan deposisi. Perubahan fase air yang mungkin dapat dilukiskan pada gambar 1. Uap air terdapat di atmosfer sebagai hasil penguapan dari laut, danau, kolam, sungai dan transpirasi tanaman.
Dari waktu tinggal di atmosfer , maka unsur-unsur udara dapat diklasifikasikan menjadi 3 golongan:
  1. Gas permanen dengan waktu tinggal sangat lama, misalnya waktu tinggal He = 2 juta tahun.
  2. Gas semi permanen dengan waktu tinggal beberapa bulan sampai tahun misal: CO2 = 0,35 tahun dan CH4 = 3 tahun.
  3. Gas variabel dengan waktu tinggal dari beberapa hari sampai minggu. Unsur-unsur ini adalah gas aktif secara kimia. Siklusnya berkaitan dengan siklus air (cuaca),misalnya waktu tinggal uap air berorde 10 hari.
Sampai pada ketinggian lebih dari 60 km, proporsi gas relatif masih tetap, kecuali fasa gas air (uap air). Sekitar 99% didominasi oleh gas nitrogen dan oksigen, dan yang paling banyak jumlahnya di atmosfer adalah nitrogen. Proporsi gas atmosfer berubah jika udara ditinjau bersama dengan komposisi uap airnya. Secara praktis, atmosfer dapat berada pada tempat yang langka uap air (kebasahan) dapat mencapai 4%. Meskipun berat molekuler uap air lebih kecil daripada berat molekuler beberapa gas lain, namun uap air ini berada dalam ketebalan beberapa kilometer atmosfer paling bawah. Hal ini dapat dimengerti bila disadari bahwa sumber uap air atmosferik secara langsung adalah lautan yang mencakup 70% luas permukaan bumi dan bahwa suhu udara di dalam troposfer sangat dingin sehingga air tak dapat mempertahankan wujudnya dalam bentuk gas. Air dalam atmosfer dapat berada dalam ketiga wujud (fasa). Perubahan fasa cair (air) menjadi gas (uap air) disebut penguapan (evaporasi) dan sebaliknya disebut pengembunan (kondensasi). Perubahan fasa cair menjadi fasa padat (es) disebut pembekuan dan sebaliknya disebut pencairan. Perubahan fasa es menjadi fasa uap disebut sumblimasi dan sebaliknya disebut deposisi (Gambar 1).

Gambar 1. Perubahan fasa air
Atmosfer selalu dikotori oleh debu. Debu ialah istilah yang dipakai untuk benda yang sangat kecil sehingga sebagian tidak nampak kecuali dengan mikroskop. Di pegunungan jumlah debu hanya beberapa ratus partikel tiap cm3, tetapi di kota besar, daerah industri dan daerah kering jumlah debu dapat mencapai 5 juta tiap cm3. Konsentrasi debu pada umumnya berkurang dengan bertambahnya ketinggian, meskipun debu meteorik dapat dijumpai pada lapisan atmosfer atas. Partikel debu yang bersifat higroskopis akan bertindak sebagai inti kondensasi. Debu higroskopis yang penting adalah partikel garam, asap batu bara atau arang. Kabas (smog) singkatan dari kabut dan asap (smoke and fog) adalah kabut tebal yang sering dijumpai di daerah industri yang lembap. Debu dapat menyerap, memantulkan dan menghamburkan radiasi yang datang. debu atmosferik dapat tersapu turun ke permukaan bumi oleh curah hujan, tetapi kemudian atmosfer dapat terisi partikel debu kembali.
Atmosfer juga mengandung jenis bahan yang bukan bagian dari komposisi gas. Beberapa jenis dari bahan ini adalah partikel garam, partikel debu dan tetes air. Bila uap air yaitu bagian dari udara natural (alam) berubah menjadi cair atau padat (partikel air dan es) maka partikel-partikel ini menjadi benda asing dalam atmosfer,dan menyebabkan awan, kabut, hujan, salju, embun atau batu es (hailstone). Perubahan wujud (fasa) uap air di udara sangat penting dalam menentukan kondisi cuaca.
Struktur Vertikal Atmosfer
Jika suhu dipakai sebagai dasar pembagian atmosfer, maka diperoleh lapisan troposfer, stratosfer, mesosfer dan termosfer (Gambar 2). Lapisan troposfer dan stratosfer dipisahkan dipisahkan oleh lapisan tropopause. Lapisan stratosfer dan mesosfer dibatasi oleh lapisan mesopause dan puncak termosfer disebut termopause.


Gambar 2. Pembagian lapisan atmosfer berdasarkan profil suhu vertikal. Garis titik-titik menunjukkan puncak masing-masing lapisan
Perubahan suhu udara di atmosfer secara vertikal (menurut ketinggian) berbeda-beda yang dapat dikelompokkan menjadi tiga hal. Perubahan suhu (dT) terhadap ketinggian (dz) dinyatakan oleh dT/dz.
1) dT/dz > 0 suhu naik, dengan bertambahnya ketinggian. Hal ini disebut inversi suhu.
2) dT/dz = 0 suhu tetap walaupun ketinggian berubah. Hal ini disebut isotermal.
3) dT/dz < style="font-style: italic;">lapse rate.
Rincian tiap lapisan atmosfer adalah sebagai berikut :
1. Troposfer
Secara harafiah troposfer (tropo: berubah, dan sphaira: bulatan atau lapisan) adalah lapisan yang berubah-ubah. Gejala cuaca, misalnya awan, hujan, badai guruh dan lain sebagainya terjadi pada lapisan troposfer.
Beberapa ciri khas dari lapisan terbawah atmosfer ini diantaranya adalah :
  • Terdapat pada ketinggian mulai dari permukaan laut hingga ketinggian 8 km di daerah kutub dan 16 km di ekuator. Rata-rata ketinggian puncak troposfer di seluruh dunia adalah 12 km.
  • Satu-satunya lapisan atmosfer yang mengandung air (air, uap maupun es) dan berlangsung evaporasi dan kondensasi.
  • Ruang terjadinya sirkulasi dan turbulensi seluruh bahan atmosfer sehingga menjadi satu-satunya lapisan yang mengalami pembentukan dan perubahan cuaca seperti: angin, awan, presipitasi, badai, kilat dan guntur.
  • Kecepatan angin bertambah dengan naiknya ketinggian dan di troposfer ini pemindahan energi berlangsung. Radiasi surya menyebabkan pemanasan permukaan bumi yang selanjutnya panas tersebut diserap oleh air untuk berubah menjadi uap. Oleh proses evaporasi, energi panas diangkat oleh uap ke lapisan atas yang lebih tinggi berupa panas laten. Setelah terjadi pendinginan akhirnya berlangsung proses kondensasi, uap air berubah menjadi titik-titik air pembentuk awan, sedangkan panas latennya dilepas memasuki atmosfer dan menaikkkan suhunya. Troposfer sangat sedikit menyerap radiasi matahari, sebaliknya permukaan bumi banyak menyerap panas pada troposfer melalui konduksi, konveksi dan panas laten kondensasi atau sublimasi yang dilepaskan ketika uap air berubah wujud menjadi tetes air atau kristal es.
  • Pada lapisan ini suhu udara turun dengan bertambahnya ketinggian (dT/dz <0).
  • Pada atmosfer normal, suhu troposfer berubah dari 15 ºC pada permukaan laut menjadi -60 ºC di puncak atmosfer. Tekanan dan kerapatan udara di permukaan laut masing-masing adalah 1013,2 mb dan 1,23 kg/m 3
Gejala lapse rate berhenti pada ketinggian 8 km di atas kutub dan sekitar 16 km di atas ekuator. Ketinggian itu disebut tropopause, yakni lapisan ketinggian atmosfer dengan dT/dz = 0. Pada lapisan ini turbulensi udara tidak terjadi.
2. Stratosfer
Stratosfer (strata: lapisan, dan sphaira: bulatan) artinya bulatan (lapisan) yang berlapis, karena pada lapisan stratosfer terdapat juga lapisan ozon (ozonosfer). Stratosfer terletak di atas troposfer pada ketinggian 10 dan 60 km. Karena tropopause lebih tinggi di ekuator daripada di kutub, maka stratosfer lebih tipis di ekuator daripada di kutub. Di ekuator, tropopause mempunyai ketinggian 18 km dengan temperatur sekitar -80 ºC, sedangkan di kutub tropopause hanya mencapai ketinggian 6 km dengan temperatur -40 ºC.
Stratosfer ditandai oleh susut temperatur negatif atau kenaikan temperatur terhadap ketinggian (inversi suhu), disebabkan ozonosfer yang menyerap radiasi ultra violet berenergi tinggi dari matahari. Pertukaran antara gas troposfer dan stratosfer sangat kecil karena stratosfer adalah lapisan yang stabil/ inversi suhu. Lapisan ini tidak mengalami turbulensi atau sirkulasi.
Stratosfer merupakan lapisan atmosfer utama yang mengandung gas ozon. Proses pembentukan dan penguraian mencapai kesetimbangan hingga membentuk lapisan ozon.
3. Mesosfer
Mesosfer (meso: tengah, dan sphaira: bulatan) artinya lapisan gas bagian tengah yang meyelubungi bulatan bumi. Mesosfer terletak di atas stratopause dari ketinggian 60 - 85 km, dengan ditandai susut temperatur positif (perubahan suhu terhadap ketinggian (dT/dz) adalah lapse rate) dengan gradien temperatur berorde 0,4 ºC per 100 meter. Puncak mesosfer dibatasi oleh mesopause dengan perubahan suhu terhadap ketinggian mulai bersifat isotermal dan permukaan yang mempunyai temperatur paling rendah di atmosfer, sekitar -100 ºC. Lapisan ini tidak mengalami turbulensi/sirkulasi udara dan merupakan daerah penguraian O2 menjadi atom O. Lapisan mesosfer tumpang tindih (overlaps) bersamaan dengan ionosfer bawah.
 
4. Termosfer
Termosfer (termo: panas, dan sphaira: bulatan) artinya lapisan panas yang menyelubungi bulatan bumi pada ketinggian 85 km sampai 300 km. Termosfer ditandai oleh sifat susut temperatur negatif (sifat perubahan suhu terhadap ketinggian adalah inversi suhu) atau kenaikan temperatur dari -100 ºC sampai ratusan bahkan ribuan derajat. Lapisan ini berisi molekul dan atom N2, O2, N dan O. Lapisan tempat berlangsungnya proses ionisasi gas N2 dan O2, sehingga lapisan termosfer sering disebut lapisan ionosfer. Di atas ketinggian 100 km pengaruh radiasi ultraviolet dan sinar X makin kuat. Kenaikan temperatur disebabkan termosfer menyerap radiasi EUV (extreme ultravilolet). Karena semakin ke atas konsentrasi atmosfer makin kecil makin kecil maka perpindahan panas menjadi sulit, sehingga temperatur konstan. Bagian atas mesosfer disebut termopause yang meluas dari ketinggian 300 km sampai pada rumbai-rumbai bumi (fringe of the earth) sekitar 1000 km.. Termopause adalah paras transisi ke profil temperatur yang mendekati isotermal atau temperatur konstan. Termosfer dan termopause meluas ke atas sampai berbaur dengan atmosfer matahari ribuan kilometer di atas permukaan bumi dan dalam perluasannya sebagian gas ini terionisasi. Temperatur termopause adalah konstan terhadap ketinggian tapi bervariasi terhadap aktivitas matahari.
Dampak aktivitas manusia terhadap atmosfer dan akibatnya pada kesehatan manusia dan lingkungan sangat signifikan. Karbondioksida (CO2) sebagai rumah kaca mempunyai efek pemanasan permukaan bumi. Karbonmonoksida (CO) secara kimia adalah gas aktif dan sangat beracun. Gas ini sangat berbahaya bagi kesehatan jika kadar CO melebihi 100 ppm = 0,01%. Belerang dioksida (SO2) dan asam belerang (H2SO4) lebih beracun lagi. Jika asam belerang terhirup oleh pernafasan maka akan terjadi kerusakan jaringan secara permanen. Gas buang industri hidrogen sulfida (H2S) dalam dosis tinggi sangat mematikan. Hidrogen fluorida (HF) yang dihasilkan oleh proses industri adalah salah satu bahan kimia yang sangat korosif. Aerosol atmosferik akibat aktivitas manusia maupun dihasilkan secara alamiah mempunyai dampak pendinginan terhadap atmosfer jika partikel ini memantulkan kembali radiasi, atau mempunyai dampak pemanasan jika partikel ini menyerap radiasi matahari. Reduksi kadar ozon stratosferik atau penipisan ozonosfer dapat menyebabkan kanker kulit, meningkatkan penyakit katarak, menurunkan sistem kekebalan tubuh, penurunan jumlah plankton di laut dan penurunan hasil pertanian.
Sumber :
Anonim. 1991. Kapita Selekta dalam Agrometeorologi. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta.
Bayong Tjasyono. 2004. Klimatologi. Penerbit ITB. Bandung.
Bayong Tjasyono. 2007. Meteorologi Indonesia 1 Karakteristik & Sirkulasi Atmosfer. Badan Meteorologi dan Geofisika. Jakarta.
Handoko. 1995. Klimatologi Dasar. Pustaka Jaya. Bogor.

Sabtu, 19 Juli 2014

UVCOOL SunSea PROTECTOR Untuk OFFSHORE RIG


Rig pengeboran adalah suatu bangunan dengan peralatan untuk melakukan pengeboran ke dalam reservoir bawah tanah untuk memperoleh air, minyak, atau gas bumi, atau deposit mineral bawah tanah. Rig pengeboran bisa berada di atas tanah (on shore) atau di atas laut/lepas pantai (off shore) tergantung kebutuhan pemakaianya. Walaupun rig lepas pantai dapat melakukan pengeboran hingga ke dasar laut untuk mencari mineral-mineral, teknologi dan keekonomian tambang bawah laut belum dapat dilakukan secara komersial. Oleh karena itu, istilah "rig" mengacu pada kumpulan peralatan yang digunakan untuk melakukan pengeboran pada permukaan kerak Bumi untuk mengambil contoh minyak, air, atau mineral.
Rig pengeboran minyak dan gas bumi dapat digunakan tidak hanya untuk mengidentifikasi sifat geologis dari reservoir tetapi juga untuk membuat lubang yang memungkinkan pengambilan kandungan minyak atau gas bumi dari reservoir tersebut.
Fungsi utama dari bangunan lepas pantai adalah untuk eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi. Adapun faktor lingkungan laut yang berpengaruh untuk rancangan struktur bangunan laut terdiri dari kedalaman perairan, angin, gelombang, arus, kondisi dasar laut, penggerusan dan tektonik (gempa bumi).

Anjungan akomodasi digunakan untuk menampung pekerja dan perlengkapan logistik. Saat ini banyak juga dipakai anjungan terapung selain terpancang. Di sisi lain, setelah kecelakaan semi-submersible Kielland 1980 dan Piper Alpha 1990-an, peraturan kebakaran dan keselamatan untuk anjungan akomodasi semakin ketat. Salah satunya adalah ISM codes untuk anjungan terapung diberlakukan mulai 2003. Anjungan akomodasi ditentukan oleh jumlah personil dan sistem penggunaan (hotel atau transit).



 



UVCOOL SunSea PROTECTOR sangat berguna untuk memberi perlindungan pada Anjungan Akomodasi  dan konstruksi baja pada anjungan migas tengah laut akibat terik panas matahari, uap garam laut yang sangat korosi pada besi dan baja.

UVCOOL SunSea Protector hanya diaplikasikan pada konstruksi bangunan Offshore Rig (kontruksi diatas air), Kapal Tanker (pada bagian atas kapal bukan yang terendam air laut)

SPESIFIKASI UVCOOL SunSea PROTECTOR terdiri atas
  • UVCOOL METAL COAT (Anti Karat akibat Garam laut))
  • UVCOOL TOP COAT (Penolak Panas)
DAYA SEBAR : 2 m2/Kg (finish 4 kali cat (lapisan)180 - 200 mikron) Daerah Ekstrem
CARA KERJA : Menggunakan kuas dan Airless Sprayer.
PENGENCER : tidak boleh diencerkan ( Langsung digunakan pada medianya)
INTERVAL PENGECATAN: 
    UVCOOL METAL COAT : interval pengecatan 24 jam (2 kali cat)
    UVCOOL TOP COAT : interval pengecatan minimal 1 jam (2 kali cat)

KERING SENTUH :
    UVCOOL METAL COAT : 2 jam, KERING KERAS : <20 Jam
    UVCOOL TOP COAT : 10 Menit, KERING KERAS : < 1 Jam
TAHAN ASAM DAN BASA : PH 0-14
TITIK LELEH : 350 Derajat Celcius
MEDIA APLIKASI: Offshore Rig, Kapal Tanker, Kapal Kimia, Kapal Gas LNG dan Interior Kapal (Untuk Media diatas air laut)

Untuk Media yang tidak berkarat dan berkarat pakai UVCOOL SunSea Protector Metal Coat Waterbase

Aman untuk kulit, iritasi sedang di mata dan tidak beracun

UVCOOL SunSea Protector Terdiri atas:

Aplikasinya:
2 lapis UVCOOL Metal Coat (Dasar Anti Karat 1 dan 2) Water Base Warna Hitam
2 lapis UVCOOL Top Coat (Anti Panas 1 dan 2) Water Base warna Putih, Light Green, Light Blue, Light Grey


 


UVCOOL SOLAR PROTECTOR untuk Shelter BTS dan Kontainer



Apa itu shelter BTS? Shelter BTS adalah suatu tempat yang disitu terdapat perangkat-perangkat telekomunikasi. Untuk letaknya, biasanya juga tidak akan jauh dari suatu Tower atau Menara karena adanya ketergantungan sebuah fungsi diantara keduanya, yakni shelter BTS dan Tower.






 
Perangkat Dalam Shelter BTS:
Perangkat yang ada didalam Shelter site : BTS, Microwave indoor unit dan Rectifier system.ruangan ber-AC dg tujuan untuk menjaga suhu didalam ruangan pada suhu optimum (+20C) sehingga life time equipment akan terjaga.
BTS biasanya dicatu dengan DC supply (-48 V), yang dihasilakn oleh Rectifier system. Rcetifier system ini dilengkapi dengan battery yang akan memback-up systam bial main PLN mati, biasanya back-up time berkisar antara 2 – 4 jam tergantung dari desainnya.

Untuk Menjadi suhu ruang optimum (+20C) agar perangkat telekomunikasi terjaga maka, usaha dilakukan dengan menggunakan AC, namun jika shelter BTS hanya dicat putih biasa maka kerja AC juga akan berat mendinginkan suhu 40C-45C menjadi +20C.

Apabila shelter dilapisi dengan UVCOOL Solar Protector yang khusus diciptakan untuk melapisi Kontainer, tangki BBM, Tangki Kimia, Shelter BTS mampu memantulkan 100% cahaya matahari dan tahan PH 0-14, sehingga suhu ruang dalam shelter, kontainer, tangki BBM bersuhu ruang di siang hari (29C-33C). sehingga kerja AC untuk mendinginkan ruang Shelter BTS tidak terlalu membebani daya listriknya, sehingga tagihan listrik bisa dihemat 15%-20%.

SPESIFIKASI UVCOOL SOLAR PROTECTOR
DAYA SEBAR : 3 m2/Kg (finish 3 lapis 160 - 180 mikron)
CARA KERJA : Menggunakan kuas dan Airless Sprayer.
PENGENCER : tidak boleh diencerkan ( Langsung digunakan pada medianya)
KERING SENTUH : 10 Menit, KERING KERAS : < 1 Jam
TAHAN ASAM DAN BASA : PH 0-14
TITIK LELEH : 350 Derajat Celcius
MEDIA APLIKASI: Shelter BTS, Kontainer, Tangki BBM, Tangki KIMIA
Untuk Media yang tidak berkarat pakai Waterbase
Untuk Media yang berkarat pakai Solvent Base
Aman untuk kulit, iritasi sedang di mata dan tidak beracun
Standart Warna : Putih (super White)




Submenu Section

Feature

 
 
Blogger Templates