Social Icons

twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail

Senin, 23 September 2013

Pengetian dan Teori Warna

Warna merupakan salah satu identitas terkuat dalam sebuah desain. Ketika melihat sebuah desain, yang direspon pertama kali oleh mata manusia adalah warna daripada elemen desain lainnya (tipografi, gambar, dan elemen grafis lainnya). Oleh karena itu, pemilihan warna dalam sebuah desain sangatlah penting.

Publishers. 1997), warna dapat mempengaruhi perasaan kita. Ketika warna “berkomunikasi”, kita menerima informasi melalui bahasa warna. Suatu ide dapat dikomunikasikan hanya melalui warna tanpa menggunakan bahasa tertulis maupun verbal. Oleh karena itu, desain yang baik haruslah didukung dengan penggunaan warna yang baik, sesuai dengan tone and manner yang dikomunikasikan, sehingga pesan atau konsep tersampaikan dengan baik. Dengan warna, kita dapat menyampaikan mood, karakter desain, suasana dan menimbulkan reaksi secara emosional.

Mata manusia merespon warna pertama kali daripada elemen desain lainya. Oleh karena itu, warna merupakan unsur yang paling ditonjolkan dalam sebuah kemasan produk.

Kemasan melihat warna jauh lebih cepat daripada melihat bentuk atau rupa, dan warnalah yang pertama kali terlihat bila produk berada di tempat penjualan. Warna dibagi dalam 3 kategori, yaitu terang (muda), sedang, gelap (tua) dan sebagai pertimbangan keterlihatan konsumen, maka daya pantul cahaya dapat dinilai sebagai berikut :

1.    Terang, nilai daya pantulnya 50 % sampai 70 %
2.    Sedang, nilai daya pantulnya 25 % sampa 50 %
3.    Gelap, nilai daya pantulnya 5 % sampai 25 %

Warna dengan daya pantul tinggi akan lebih terlihat dari jarak jauh dan direkomendasikan bagi sebagian besar kemasan, karena memiliki daya tarik dan  dampak  yang  lebih  besar  ke  konsumen.  Selain  warna  yang  telah disebutkan diatas, warna juga dibagi / dikategorikan menjadi warna keras (hangat), lembut (dingin), dan muda (pucat).

Karakteristik Warna :
  1. Warna terang (disukai oleh muda mudi, membuat kemasan menjadi lebih besar dan lebih dekat ke mata, sehingga sangat disukai pada aplikasi pengemasan).
  2. Warna keras / hangat ( termasuk didalamnya adalah warna merah, orange, kuning, warna warna ini memiliki daya tarik dan dampak yang sangat besar, terutama warna merah dan orange, sehingga sangat tepat diaplikasikan pada media yang menuntut perhatian lebih).
  3. Warna lembut / dingin (termasuk di dalamnya adalah warna hijau dan biru, warna ini kurang dinamis bila dibandingkan dengan warna keras, namun cocok digunakan untuk produk – produk tertentu).
  4. Warna muda / pucat (tampak ringandan kurang berdaya bagi muda mudi,  jarang  direkomendasikan untuk  kemasan,  kecuali  untuk  kondisi tertentu).
  5. Warna medium (sifatnya umum, dan sangat serasi bila dikomposisikan dengan warna yang memiliki nilai pantul lebih tinggi).
  6. Warna tua (memiliki nilai pantul paling rendah dan harus dikomposisikan dengan warna yang nilai pantulnya tinggi,serta bila dipajang pada rak penjualan harus dengan latar belakang yang kontras dan penerangan yang cukup agar mudah terlihat).


Menurut Edith Anderson Feisner (2006, p118 - 125) dalam bukunya yang berjudul Colour, warna mempunyai konotasi masing masing, baik itu positif maupun negatif. Berikut ini adalah karakter warna yang mampu memberikan kesan kepada seseorang, diantaranya :

  1.  Biru          : Memiliki konotasi positif yaitu royalti dan aristokrat, terbaik, surga,  dingin,  kebenaran,  ketenangan,  konservatif,  loyal  dan dapat diandalkan, keamanan, teknologi tinggi dan berhubungan dengan laut. Sedangkan   konotasi   negatifnya   adalah   intovert kesedihan, depresi, tak disangka dan segala hal yang dingin.
  2. Hijau        : Memiliki konotasi positif yaitu lingkungan, pertumbuhan dan pembaharuan,  fertilitas,  kesegaran,  alami,  muda,  kesehatan, damai dan tenang. Konotasi      negatifnya      adalah      racun,      penipuan,      tidak berpengalaman, tidak dewasa dan mentah. 
  3. Kuning      Memiliki   konotasi   positif   yaitu   ceria,   matahari,   emas, kebahagiaan, vitalitas, harapan dan optimisme Konotasi negatifnya adalah hati hati (pada lampu lalu lintas), penyakit, pengkhianat dan pengecut.
  4. Merah       Memiliki   konotasi   positif   yaitu   cinta,   keberuntungan, sensualitas, semangat, festival, menandai hal penting, baru dan hangat; Konotasi negatifnya yaitu perang, revolusi dan anarki, prostitusi, iblis, bahaya dan api.
  5. Hitam       : Memiliki konotasi positif yaitu kemewahan (dalam fashion), kekuatan, seksualitas dan dihormati (dalam bisnis);m Sedangkan konotasi negatifnya adalah  kematian, kekosongan, depresi, tidak diakui dan kesialan.
  6.  Coklat      : Sering dihubungkan dengan tanah, kayu, kopi, kenyamanan dan keamanan, sendu, melankolis dan membosankan.
  7. Putih        : Konotasi positif yaitu kemurnian, kelahiran, kebersihan, steril, tidak bersalah, kedamaian. Konotasi  negatifnya  adalah  menyerah  (bendera  putih)  dan pengecut.




Submenu Section

Feature

 
 
Blogger Templates